Friday, July 16, 2010

Allah - The God
►Ar-Rahman - The All Beneficent
►Ar-Rahim - The Most Merciful
►Al-Malik - The King, The Sovereign
►Al-Quddus - The Most Holy
►As-Salam - Peace and Blessing
►Al-Mu'min - The Guarantor
►Al-Muhaymin - The Guardian, The Preserver
►Al-'Aziz - The Almighty, The Self Sufficient
►Al-Jabbar - The Powerful, The Irresistible
►Al-Mutakabbir - The Tremendous
►Al-Khaliq - The Creator
►Al-Bari' - The Maker
►Al-Musawwir - The Fashioner of Forms
►Al-Ghaffar - The Ever Forgiving
►Al-Qahhar - The All Compelling Subduer
►Al-Wahhab - The Bestower
►Ar-Razzaq - The Ever Providing
►Al-Fattah - The Opener, The Victory Giver
►Al-Alim - The All Knowing, The Omniscient
►Al-Qabid - The Restrainer, The Straightener
►Al-Basit - The Expander, The Munificent
►Al-Khafid - The Abaser
►Ar-Rafi' - The Exalter
►Al-Mu'izz - The Giver of Honor
►Al-Mudhill - The Giver of Dishonor
►As-Sami' - The All Hearing
►Al-Basir - The All Seeing
►Al-Hakam - The Judge, The Arbitrator
►Al-'Adl - The Utterly Just
►Al-Latif - The Subtly Kind
►Al-Khabir - The All Aware
►Al-Halim - The Forbearing, the Indulgent
►Al-'Azim - The Magnificent, the Infinite
►Al-Ghafur - The All Forgiving
►Ash-Shakur - The Grateful
►Al-'Aliyy - The Sublimely Exalted
►Al-Kabir - The Great
►Al-Hafiz - The Preserver
►Al-Muqit - The Nourisher
►Al-Hasib - The Reckoner
►Al-Jalil - The Majestic
►Al-Karim - The Bountiful, The Generous
►Ar-Raqib - The Watchful
►Al-Mujib - The Responsive, The Answerer
►Al-Wasi' - The Vast, The All Encompassing
►Al-Hakim - The Wise
►Al-Wadud - The Loving, The Kind One
►Al-Majid - The All Glorious
►Al-Ba'ith - The Raiser of the Dead
►Ash-Shahid - The Witness
►Al-Haqq - The Truth, The Real
►Al-Wakil - The Trustee, The Dependable
►Al-Qawiyy - The Strong
►Al-Matin - The Firm, The Steadfast
►Al-Waliyy - The Protecting Friend, Patron, and Helper
►Al-Hamid - The All Praiseworthy
►Al-Muhsi - The Accounter, The Numberer of All
►Al-Mubdi' - The Producer, Originator, and Initiator of All
►Al-Mu'id - The Reinstater Who Brings Back All
►Al-Muhyi - The Giver of Life
►Al-Mumit - The Bringer of Death, the Destroyer
►Al-Hayy - The Ever Living
►Al-Qayyum - The Self Subsisting Sustainer of All
►Al-Wajid - The Perceiver, The Finder, The Unfailing
►Al-Majid - The Illustrious, The Magnificent
►Al-Wahid - The One, The All Inclusive, The Indivisible
►As-Samad - The Self Sufficient, The Impregnable, The Eternally Besought of All, The Everlasting
►Al-Qadir - The All Able
►Al-Muqtadir - The All Determiner, The Dominant
►Al-Muqaddim - The Expediter, He who brings forward
►Al-Mu'akhkhir - The Delayer, He who puts far away
►Al-Awwal - The First
►Al-Akhir - The Last
►Az-Zahir - The Manifest; The All Victorious
►Al-Batin - The ******; The All Encompassing
►Al-Wali - The Patron
►Al-Muta'al - The Self Exalted
►Al-Barr - The Most Kind and Righteous
►At-Tawwab - The Ever Returning, Ever Relenting
►Al-Muntaqim - The Avenger
►Al-'Afuww - The Pardoner, The Effacer of Sins
►Al-Ra'uf - The Compassionate, The All Pitying
►Malik al Mulk - The Owner of All Sovereignty
►Dhu al Jalal wa al Ikram - The Lord of Majesty and Generosity
►Al-Muqsit - The Equitable, The Requiter
►Al-Jami' - The Gatherer, The Unifier
►Al-Ghani - The All Rich, The Independent
►Al-Mughni - The Enricher, The Emancipator
►Al-Mani' - The Withholder, The Shielder, The Defender
►Ad-Darr - The Distressor, The Harmer (This attribute can only be found in hadith)
►An-Nafi' - The Propitious, The Benefactor
►An-Nur - The Light
►Al-Hadi - The Guide
►Al-Badi - Incomparable, The Originator
►Al-Baqi - The Ever Enduring and Immutable
►Al-Warith - The Heir, The Inheritor of All
►Ar-Rashid - The Guide, Infallible Teacher, and Knower
►As-Sabur - The Patient, The Timeless
╚═════════════════════════════ ★
Country: Germany
Interests and Hobbies: ٠•●๑۩๑ღ♥۩๑ ابراهيم๑۩♥ღ๑۩๑●•٠
Movies and Shows: سبحان الله و الله أكبر ما شاء الله لا إله إلا الله الله اكبر
Music: سبحان الله و الله أكبر ما شاء الله لا إله إلا الله الله اكبر
Books: سبحان الله و الله أكبر ما شاء الله لا إله إلا الله الله اكبر
Report profil
Posted by CITY at 7:35 PM 0 comments
RILQ SUYABR ...RAHMAN,RAHIM,MALIK,QUDDUS,SALAM,MUKMIN,MUHAYMIN,AZIZ,JABBAR,MUTAKABBIR
KBM GHAZ FAQ..KHALIQ,BARI,MUSAWWIR,GHAFFAR,QAHHAR,WAHHAB,RAZZAQ,FATAH,ALIM,QABID
BKR ZIS BHAL..BASIT,KHAFID,RAFI3,MUIZ,MUDHIL,SAMI3,BASIR,HAKAM,ADL,LATIF
KHZ FRAB HUB..KHABIR,HALIM,AZIM,GHAFUR,SHAKUR,ALIY,KABIR,HAFIZ,MUQIT,HASIB
JKR MAKU JAS..JALIL,KARIM,RAQIB,MUJIB,WASI,HAKIM,WADUD,MAJID,BAITH,SHAHID
HKQ TIMS DIY..HAQQ,WAKIL,QAWWY,MATIN,WALIY,HAMID,MUHSI,MUBDI,MUID,MUHYI
MYQ WIHA SQM..MUMIT,HAYY,QAYYUM,WAJID,MAJID,WAHID,AHAD,SAMAD,QADIR,MUQTADIR
MKW WAZI MBT..MUQADDIM,MUAKKHIR,AWWAL,AKHIR,ZAHIR,BATIN,WALIY,MUTA3LLIM,BARR,TAWWAB
MFR MUQI GMN..MUNTAQIM,AFUW,RAUF,MALIKULMULK,ZUZALJALA,MUQSIT,JAMI3,GHANI,MUGNI,MANI ANU HIQARS..ADDAR,NAFI,NUR,HADI,BADI,BAQI,WARITH,RASHID,SABUR
Posted by CITY at 6:54 AM
Berbagai bentuk Malaikat Izrail Mencabut Nyawa
Bila sampai masa kematian, maka Allah SWT mengutus malaikat Maut (Izrail) mencabut roh dari tubuh orang tersebut. Allah SWT berfirman yang bermaksud: "Dan Dialah yang mempunyai kuasa tertinggi di atas hambaNya. Dan diutusNya, padamu malaikat-malaikat penjaga. Sehingga apabila datang kematian pada salah seorang di antaramu lalu ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kaini, dan malaikat-malaikat Kaini itu tidak melalaikan kewajipannya."(Al-An 'un: 61)
Sekiranya orang yang akan dicabut rohnya itu orang Mukmin yang tidak berdosa, maka malaikat itu datang sebagai seorang yang rupawan. Tetapi jika datang pada orang kafir dan munafik maka mereka mendatanginya dengan rupa yang menakutkan.Bara' bin Azib telah meriwayatkan yang dikutip dalam hadith Sunan Abi Daud, Hakim, Ahmad dan lainnya menyebutkan hal tersebut sebagai berikut: "Sesunguhnya jika orang Mukmin, maka ketika dia akan keluar dari dunia ini dan menuju alam akhirat, maka dia didatangi malaikat yang turun dari langit dengan muka yang putih berseri.
Seolah-olah wajah malaikat itu seperti sinar matahari. Mereka itu membawa kain kafan yang dibawa dari syurga. Juga membawa wangian dari syurga. Malaikat datang sambil duduk sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat Maut dengan duduk di sisi kepalanya. Malaikat itu mengatakan: "Hai nafas yang baik (tenang), keluarlah anda sekarang dengan mendapatkan ampunan dari Allah dan kerelaanNya." Kemudian keluarlah roh itu seperti mengalirnya sebuah titisan yang berasal dari satu minuman, kemudian malaikat itu mengambil roh itu. "Dan sesungguhnya jika orang yang akan dicabut itu roh orang yang kafir, (dalam riwayat yang lain: orang yang "fajir" ertinya penjahat, penzina atan pendusta) maka ketika orang itu di dunia lalu dia didatangi malaikat yang turun dari langit (yang keadaannya kejam dan kasar) dengan rupanya yang hitam.
Dengan membawa pakaian berbulu, lalu mereka duduk daripadanya sejauh mata memandang. Lalu Malaikat Maut (Izrail) datang dan duduk di sisi kepalanya, sambil mengatakan, "Hai roh yang jahat, keluarlah engkau sekarang menuju kemurkaan Allah dan kemarahanNya ." Lalu dipisahkan roh itu dari tubuhnya, yang terpisahnya itu laksana dicabutnya bulu basah oleh besi panas (yang kemudian diikuti dengan putusnya keringatnya dan urat sarafnya)." (Lihat Hadith riwayat Hakim, Abu Daud, Ahmad dan lainnya).Semasa hal itu berlaku, mereka yang hidup berada di sampingnya tidak tahu apa-apa, tidak melihat sesuatu.
Perhatikan firman Allah SWT yang bermaksud: "Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat. Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat."(Al- Waqiah: 83-85) Nabi SAW telah mengungkapkan tentang adanya malaikat maut yang akan memberikan berita gembira kepada mereka yang akan mati sebagai seseorang mukmin dengan janji ampunan Allah serta kecintaanNya. Namun bagi mereka yang kafir atau orang yang jahat (berdosa), bagi mereka dijanjikan pula adanya kemurkaan dan kemarahan Allah kepadanya. Berkaitan janji syurga kepada orang Mukmin yang akan mati telah diterangkan Allah dalam AI-Quran yang ertinya: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun pada mereka dengan mengatakan: Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan beroleh syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia mahupun akhirat, yang di dalamnya kamu akan beroleh apa yang kamu inginkan, dan akan memperoleh pula di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan bagimu dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Penyayang."(FusshiIat: 30-32)
Firman di atas menurut para ahli tafsir turun berkenaan dengan orang yang akan mati dalam keadaan serba takut dan susah, menghadapi masa akan datangnya kematian. Bahkan takutnya orang-orang yang akan mati kemudian. Dengan ayat ini maka jelaslah bahawa malaikat akan turun padanya nanti pada saat-saat kematiannya dengan berita yang membawa ketenteraman, yang seolah-olah malaikat itu akan mengatakan: "Janganlah anda susah dalam menghadapi masa akan datang, baik ketika di alam barzakh mahupun di akhirat nanti. Juga anda tidak perlu susah tentang keluarga anda, anak-anak anda, mahupun hutang-hutang anda." Bahkan diberinya berita dengan janji akan dimasukkan syurga sebagai berita gembira. Sebaliknya, bagi orang yang kafir maka malaikat berjanji kepada mereka untuk menempatkan mereka di neraka jahannam. Sepertimana Allah SWT firmankan dalam Al-Quran tentang malaikat yang akan mematikan mereka yang kafir dalam peperangan Badar, seperti dalam ayat yang menyebutkan: "Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka dan berkata: Rasakanlah olehmu seksa neraka yang membakar. Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah tidak sekali-kali menganiaya hambaNya."(AL-Anfal: 50-51) Dari firman Ilahi di atas menunjukkan pada kita bagaimana para malaikat mencabut roh orang yang kafir, maka merupakan suatu cara yang mengerikan; para malaikat itu memukul wajah dan belakang mereka dan malaikat mengatakan; "Rasakanlah engkau sekarang dengan seksaan yang pedih." Kisah itu berlaka dalam peperangan Badar, namun hal itu boleh terjadi bila-bila masa saja berkaitan masalah yang menyangkut kekafiran; tidak hanya khusus bagi orang-orang kafir dalam perang Badar. Boleh berlaku pada hari ini untuk orang yang kafir.

» Read full article on[Kisah Nabi]
Posted by CITY at 6:52 PM

Thursday, July 15, 2010

http://whoismohammad.com/

Who is Muhammad?
من هو محمد ؟
أهو ذلك الأرهابي الذى تنتقل صوره في الصحف ؟
أم هو الرجل العسكرى المنظم الذي إنتصر فى معظم حروبه على أعدائه ؟
أم هو العبقري الذي ألف بين قلوب القبائل المتحاربة؟
Is he a terrorist, as said by the Western media, or is he the brave warrior who won most of his battles against the enemies of Islam, or is he the genius who resolved all cases and troubles between the tribes.

إنه من حفظ حقوق الكل
He is the one who protected our Rights.

حفظ حقوق الرجال وحقوق النساء وحقوق الصغار
He protected men's, women's and children rights

حفظ علاقة الجار بجاره
He protected the relations between neighbors

وأسس علاقة المسلمين مع بعضهم ومع غير المسلمين
He established the relationship between Muslims and Non-Muslims .

و نظم العلاقات الأسرية التي تضمن للأب وللأم حقوق كبيرة وعظيمة على أبنائهم
He organized the relationship between the members of the family showing the duties towards the parents

منع الظلم ودعا للعدل و المحبة والتكاتف والتعاون للخير
He prevented injustice and called for justice, love, togetherness and cooperation for the best.

دعا لمساعدة المحتاج وزيارة المريض و التناصح والمحبة
He called for helping the needy, visiting the patients, love and exchanging advises between people.


منع على المسلمين المعاملات السيئة مثل السرقة والغش والقتل والظلم
He prohibited bad manners such as steeling, lying, and murdering .


إنه من غير حياتنا وطباعنا السيئة إلى حسنة
He is the one who changed our lives and manners to the best .

المسلم .. لا يسرق

A Muslim doesn't steal

المسلم لا يكذب
A Muslim doesn't lie

المسلم لا يشرب الخمر
A Muslim doesn't drink alcohol.

المسلم لا يزنى
A Muslim doesn't commit adultery
About Me:

المسلم لا يغش
A Muslim doesn't cheat

المسلم لا يقتل الأبرياء
A Muslim doesn't kill innocent people

المسلم لا يؤذي جارة
A Muslim doesn't harm his neighbors

المسلم يبر بوالديه و يخدمهما
A Muslim obeys his parents and helps them

المسلم يعطف على الصغار وعلى النساء وعلى الضعفاء وكبار السن
A Muslim is kind to young and elderly people, to women and to weak people.
المسلم لا يعذب البشر ولا الحيوانات
A Muslim doesn't torture humans or even animals
المسلم يرحم ويحب زوجته ويهتم و يعطف عل أبناءه حتى آخر يوم من عمره
A Muslim loves his wife and takes care of his children and show mercy towards them until the last day of his life.

المسلم لا تنتهي علاقته بأولاده بعد سن الرشد أبدا
A Muslim's relationship towards his children never stops even when they become adults

إنه محمد رسول الله صلى الله عليه وسلم
He is Muhammad (PBUH)

هل عرفتم لماذا يحب كل المسلمون محمد صلى الله عليه وسلم ؟
Did you know why all Muslims love Muhammad (PBUH)?

هل عرفتم ماذا يعنى محمد صلى الله عليه وسلم للمسلمين ؟
Did you know what does Muhammad mean for Muslims?

كل مسلم يحب محمد صلى الله عليه وسلم أكثر من كل شئ
Every Muslim loves Muhammad (peace be upon him) more than himself and more than everything in his life.

قبل أن تقول رأيك أدعوك ان تكون محايد فإذا أردت أن تحكم على شخص فعليك :




1-أن تسمع منه هو شخصيا ، أنت تستمع الي أحاديثه ، ان تتبع أعماله .
2-تقارن الأفكار التي يدعو لها مع المنطق الذى يقبله العقل السليم
3- فاذا أقررت منطقه أنظر إلى فعله هل فعله مطابق لكلامه؟
4-ان كان فعله مطابق لكلامه فما عليك إلا تصديقه
وفي النهاية سوف تجيب بنفسك على هذه الأسئلة المحيرة:




Before judging a person be neutral and:
1-Listen to this person, and follow his doings.
2-Compare his ideas and teachings with what is acceptable to the mind and heart.
3-If you think that his thoughts are right, compare them with his doings; is he applying his teachings?
4-If he is applying his teachings and sayings, so he is for sure right and one must believe him.
At the end you will get a clear answer for all confusing questions and you will know for sure :


who Muhammad really is
Listen to Quran
Tuesday, February 16, 2010
sifat20
1. SIFAT WAJIB : WUJUD
MAKNA : Ada
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu ada. Mustahil Allah itu tiada.

2. SIFAT WAJIB :QIDAM
MAKNA : Sedia
SIFAT MUSTAHIL : Allah itu sedia ada. Mustahil didahului oleh Adam (tiada)

3. SIFAT WAJIB : BAQA
MAKNA : Kekal
SIFAT MUSTAHIL : Allah itu bersifat kekal. Mustahil ia dikatakan fana (binasa)

4. SIFAT WAJIB : MUKHALAFATUHU LILHAWADIS
MAKNA : Tidak sama dengan yang baharu
SIFAT MUSTAHIL : Allah itu tidak mempunyai sifat-sifat yang baharu yakni dijadikan dan dihancurkan. Mustahil bersamaan dengan yang baharu.

5. SIFAT WAJIB : QIYAMUHUU BINAFSIH
MAKNA : Berdiri dengan dirinya sendiri
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu bersendiri. Mustahil tidak berdiri dengan dirinya sendiri atau berdiri pada lainnya.

6. SIFAT WAJIB : WAHADAANIYAT
MAKNA : Esa
SIFAT MUSTAHIL : Allah itu Maha Esa Dzat-Nya, Esa sifat-Nya dan esa juga perangai-Nya. Mustahil ia mempunyai Dzat, sifat dan perangai yang berbilang-bilang.

7. SIFAT WAJIB : QUDRAT
MAKNA : Kuasa
SIFAT MUSTAHIL : Alah Taala itu Maha Berkuasa. Mustahil Allah itu lemah atau tidak berkuasa.

8. SIFAT WAJIB : IRADAT
MAKNA : Menentukan
SIFAT MUSTAHIL : Allah itu Menentukan segala-galanya. Mustahil Allah Taala itu terpaksa dan dipaksa.

9. SIFAT WAJIB : ILMU
MAKNA : Mengetahui
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu amat mengetahui segala-galanya. Mustahil Allah tidak mengetahui.

10. SIFAT WAJIB : HAYAT
MAKNA : Hidup
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu sentiasa hidup yakni sentiasa ada. Mustahil Allah Taala itu tiada atau mati.

11. SIFAT WAJIB : SAMA
MAKNA : Mendengar
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu tidak tuli (pekak). Mustahil Allah tuli atau tidak mendengar.

12. SIFAT WAJIB : BASAR
MAKNA : Melihat
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu sentiasa melihat. Mustahil Allah Taala itu buta.

13. SIFAT WAJIB : KALAM
MAKNA : Berkata-kata
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu berkata-kata. Mustahil Allah Taala itu tidak bercakap atau bisu.

14. SIFAT WAJIB : QOODIRUN
MAKNA : Maha Kuasa
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu amat berkuasa sifatnya. Mustahil bagi Allah memiliki sifat lemah atau tidak berkuasa.

15. SIFAT WAJIB : MURIIDUN
MAKNA : Menentukan
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu berkuasa menentukan apa yang dikehendakinya. Mustahil sifatnya terpaksa atau dipaksa.

16. SIFAT WAJIB : AALIMUN
MAKNA : Maha Mengetahui
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu maha mengetahui. Mustahil Allah Taala itu jahil atau tidak mengetahui.

17. SIFAT WAJIB : HAYUUN
MAKNA : Hidup
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu Maha Hidup dan menghidupkan alam ini. Mustahil pula Allah itu mati.

18. SIFAT WAJIB : SAMI’UN
MAKNA : Mendengar
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu maha mendengar. Mustahil jika Allah Taala tidak mendengar atau tuli.

19. SIFAT WAJIB : BASIIRUN
MAKNA : Melihat
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu melihat semua kejadian di muka bumi. Mustahil jika sifat Allah itu tidak melihat atau buta.

20. SIFAT WAJIB : MUTAKALLIMUN
MAKNA : Maha Berkata-kata
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu berkata-kata. Mustahil jika Allah Taala bisu atau tidak boleh berkata-kata.

Wallahu’alam
Posted by CITY at 4:52 AM 0 comments
Labels: sifat20
Allohumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazan wa a’uudzubika minal ’ajzi walkasai, wa a’uudzubika minal jubni wa bukhli, wa a’uudzu bika min gholabatid-daini wa qohrirrijaal.

“Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia.” (HR Abu Dawud 4/353)

FROM..http://www.angelfire.com/pro/sembahyang/petua.html

Sebenarnya khusyuk dalam Solat adalah sangat-sangat dituntut seperti Firman Allah s.w.t:-

yang bermaksud “Telah berjayalah orang-orang yang beriman, iaitu orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya”[Surah Al-Mukminun : ayat 1-2]. Firman-Nya lagi:-

"Peliharalah segala sembahyangmu dan peliharalah sembahyang utama (Asar, Subuh) dan berdirilah untuk Allah (melalui solatmu) dengan khusyuk" [Surah Al-Baqarah : ayat 238] dan ketahuilah, solat adalah ibadah utama yang akan dihisab terlebih dahulu di akhirat oleh Allah SWT, berbanding dengan amalan-amalan yang lain. Sekiranya solat seseorang itu dalam keadaan sempurna, maka barulah dihitung pula amalan yang lain. Firman Allah lagi:-

yang bermaksud : "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang solat, (iaitu) orang-orang yang lalai dari solatnya." [Surah Al-Ma'un : ayat 4-5]

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud "Berapa banyak orang yang mendirikan solat, tetapi yang di perolehi hanya penat dan letih, kerana mereka itu lalai dalam sembahyangnya." Nabi s.a.w bersabda lagi yang bermaksud : "Tidak ada habuan bagi seseorang hamba dalam sembahyangnya kecuali sekadar mana yang ia ingat." Hadis lain dari Rasulullah s.a.w. "Aku selalu mengingati mati dalam sembahyang". serta "Apabila kamu sembahyang anggaplah sembahyang ini sembahyang perpisahan". Yang dikatakan khusyuk itu ialah hati sentiasa hidup, untuk mengekalkan sembahyang yang khusyuk, amalan berikut perlulah diamalkan dan diperhatikan oleh setiap orang yang mengerjakan sembahyang:

1. Menjaga makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan lain-lain supaya datang dari punca yang halal tanpa syubhah.

2. Agar pemikiran tidak liar, sebelum solat lintaskan kematian seakan-akan amat hampir dengan kita serta solat tersebut merupakan sholat terakhir dan perlulah dijadikan yang terbaik.

3. Mendirikan sembahyang di awal waktu atau pertengahan waktu supaya tidak gopoh apakala masa hampir luput.

4. Membaca dengan baik (Khusnul Qori'ah), berusaha untuk memahami, mengerti bacaan dalam solat termasuk ayat Al-Quran yang dibacakan itu terutama sekali Al Fatihah, gerakan dan maknanya (Tafakhum). Ini kerana bacaan-bacaan dalam solat mengandungi banyak makna yang halus yang patut dimengertikan oleh orang yang melaksanakannya.

5. Rukun-rukun solat dilakukan secara tertib. Berusaha konsentrasi (Khudunul Kolbih), menyedari bahawa Allah memperhatikan sembahyang itu.

6. Rasa Malu (Haya') perasaan malu terhadap Allah s.w.t., rasa takut (Khauf) kepada kekuasaan Allah.

7. Berharap serta yakin (Optimis) Allah menerima solat dan amal kita.

8. Hati diajak hadir/ikut, kehadiran hati dalam solat iaitu mengosongkan hati dari segala urusan yang boleh mengganggu dan yang tidak berkaitan dengan solat.

9. Membesarkan Allah dalam solat, merasakan kehebatan Allah dalam solat.

10. Menggunakan sejadah yang tidak terlalu banyak gambar yang akan menghayalkan pemikiran.

11. Mendirikan sembahyang secara berjemaah.

12. Mengambil wuduk dengan sempurna.

13. Mengurangkan pergerakan anggota-anggota seperti tangan, kaki dan juga Mata ditumpukan kepada tempat sujud dan ketika tasahut melihat anak jari.

14. Azan dan iqamat terlebih dahulu walaupun mendirikan sembahyang bersendirian ataupun sekurang-kurangnya iqamat sahaja.

15. Ditegah bersembahyang dengan pakaian yang ada gambar, berwarna warni, bertulis, lukisan dan lain-lain kerana ia juga membuat orang lain hilang kekhusyukan ketika berjemaah.

Walau apapun syarat khusyu’ yang paling utama ialah kemantapan iman dalam diri terhadap Allah SWT. Oleh sebab itu, berusahalah untuk mengenali Allah dan memperteguhkan keimanan kepadaNya. Sebenarnya, khusyuk di dalam sembahyang bermula dari khusyuk di luar sembahyang. Kalau di luar sembahyang hati tidak khusyuk dengan Allah, memang payah untuk khusyuk di dalam sembahyang. Imam Al-Ghazali menyatakan bahawa orang yang tidak khusyuk solatnya adalah dikira sia-sia belaka, kerana tujuan solat itu selain untuk mengingati Allah SWT, ia juga berfungsi sebagai alat pencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Apabila lalai ketika menunaikan solat bererti orang tersebut tidak akan berasa gerun ketika melakukan perkara keji dan mungkar. Menurutnya lagi bahawa solat itu merupakan "munajat" (berdialog dan berbisik) seorang hamba terhadap Tuhannya. Sayidina Ali k.w. boleh khusyuk dalam sembahyangnya hingga waktu orang mencabut panah di betisnya, dia tidak terasa apa-apa. Sayidina Umar Al Khattab pernah berkata, "Khusyuk itu bukan tundukkan kepala, tapi khusyuk itu dalam hati."

Kesimpulannya orang-orang yang takut kepada penciptanya dan menyedari ia hanyalah hamba akan patuh apasaja yang diperintahkan dan disampaikan oleh rasul serta akan khusyuk mendapat nikmat solat seperti firman Allah yang bermaksud:

"Jadikanlah Sabar dan Solat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (Yakni) orang-orang yang meyakini, bahawa mereka akan menemui Tuhannya dan bahawa mereka akan kembali kepadaNya" [Surah Al-Baqarah : ayat 45-46].

Wednesday, July 14, 2010

FROM..http://al-fikrah.net/News/article/sid=824.html

Tauhid Rububiyyah adalah keyakinan bahawa Allah S.W.T. adalah zat yang menciptakan seluruh alam semesta serta makhluk-makhluk yang terdapat di alam ini. Allah jugalah yang telah mengatur segala urusan makhluknya seperti memberi rezeki, menghidupkan, mematikan dan sebagainya. Firman-Nya: Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. [al-Zumar (39) : 62] Tauhid jenis ini turut diperakui oleh golongan kafir pada zaman Rasulullah s.a.w. tetapi ini bukan bermakna mereka termasuk golongan yang telah mentauhidkan Allah S.W.T. atau mereka ini telah menjadi Muslim bahkan mereka tetap dengan kekufuran mereka kerana menolak Tauhid Uluhiyyah yang akan diperjelaskan selepas ini. Bukti bahawa golongan kafir tersebut menerima bahawa Allah S.W.T. merupakan Tuhan yang telah mencipta segala sesuatu adalah seperti berikut. “Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?" Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak ingat?" Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab) -Nya, jika kamu mengetahui?" Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?" [al-Mu’minun (23) : 84-89] Sehubungan dengan itu dapat kita fahami bahawa bukan setiap orang yang telah mengakui bahawa Allah S.W.T. adalah Tuhan yang menciptakan segala sesuatu maka mereka telah mencapai kesempurnaan dalam mentauhidkan Allah. Kemuncak tauhid hanya akan dapat dicapai apabila dia telah menerima konsep la ilaha illallah yang bermaksud “tiada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah S.W.T.”. Kalimah ini bukan sekadar menetapkan (ithbat) bahawa Tuhan yang berhak disembah hanyalah Allah tetapi kalimat ini juga menolak (nafi) segala bentuk peribadahan selain daripada Allah. Konsep inilah yang dinamakan Tauhid Uluhiyyah.

Tauhid Uluhiyyah menetapkan bahawa semua bentuk ibadah hanya ditujukan kepada Allah semata-mata dan tiada sekutu bagi-Nya. Menurut Syaikh al-Islam Ibnu Taymiyyah ibadah bermaksud taat kepada Allah dengan menjalankan apa yang telah diperintahkan-Nya melalui lisan para Rasul. Tambah beliau lagi ibadah adalah hal yang mengcakupi segala perkataan dan perbuatan baik yang zahir mahupun batin yang dicintai dan diredhai Allah. [Dinukil dari Fathul Majid Syarh Kitabut Tauhid, ms 27] Justeru segala bentuk ibadah seperti solat, puasa, zikir, doa, permohonan pertolongan atau perlindungan, perasaan takut (khauf), tawakal dan sebagainya hendaklah ditujukan atau dipersembahkan hanya kepada Allah S.W.T. sahaja. Perkara ini telah Allah tekankan menerusi surah al-Fatihah yang sentiasa di baca oleh umat Islam sekurang-kurangnya 17 kali dalam solat mereka iaitu “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan” [al-Fatihah (1) : 5] Merealisasikan Tauhid Uluhiyyah ini merupakan misi utama bagi setiap Rasul yang diutuskan oleh Allah S.W.T. di setiap penjuru muka bumi ini. Firman-Nya: “Sesungguhnya telah Kami utuskan seorang Rasul kepada setiap umat (untuk menyerukan): “Beribadahlah kepada Allah dan jauhilah taghut.” [al-Nahl (16) : 36] Menurut Imam Malik taghut adalah setiap sesuatu yang disembah selain Allah.

Tauhid Uluhiyyah inilah yang telah dingkari oleh golongan kafir sama ada pada zaman dahulu mahupun sekarang Sikap golongan kafir yang menolak konsep keesaan Tuhan ini telah digambarkan dalam al-Qur’an sebagaimana firman-Nya : “Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” [Shaad (38) : 5] Maka mereka menyembah sesuatu selain daripada Allah bertujuan agar sesembahan mereka itu dapat memberi syafaat kepada mereka atau sebagai perantaraan untuk mendekatkan diri mereka kepada Tuhan. Sikap golongan ini adalah sebagaimana yang dikhabarkan oleh Allah S.W.T. melalui firman-Nya: “Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: "Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah". Katakanlah: "Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?" Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu).” [Yunus (10) : 18]

Tidakkah sikap golongan ini menyerupai gelagat segelintir kecil umat Islam yang mengunjungi kuburan-kuburan para wali bertujuan untuk beribadah serta meminta sesuatu permohonan? Bukankah alasan yang diberikan oleh mereka adalah perbuatan tersebut hanya menjadikan ahli kubur itu sebagai perantaraan agar permohonan mereka akan diterima oleh Allah S.W.T.? Aneh sungguh sikap mereka yang bertentangan dengan sunnah Nabi ini bahkan ia merupakan satu perbuatan yang bodoh kerana ahli kubur yang mereka seru itu tidak bernyawa serta tidak mampu untuk membantu agar permohonan mereka diperkenankan. Firman Allah S.W.T.: “Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruanmu dan jika mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan pada hari kiamat mereka akan mengingkari perbuatan syirik kamu itu dan tiada yang dapat memberi keterangan kepada engkau seperti (Allah) yang Maha Mengetahui.” (Faathir : 14) Tambahan pula melakukan perjalanan yang jauh semata-mata untuk mengunjungi kuburan orang-orang soleh dengan tujuan untuk beribadah dan mencari keberkatan di situ sebenarnya bertentangan dengan syarak. Baginda bersabda: “Tidak boleh dipersiapkan perjalanan jauh (bertujuan untuk ibadah) kecuali kepada tiga masjid; Masjidil Haram (di Mekah), Masjid Rasulullah s.a.w. (Masjid Nabawi di Madinah) dan Masjid al-Aqsa (di Palestin). [Hadis riwayat Imam al-Bukhari]

Tauhid Asma’ dan Sifat pula adalah menetapkan apa-apa yang Allah dan Rasul-Nya telah tetapkan atas diri-Nya baik itu berkenaan dengan Nama-Nama mahupun Sifat-Sifat Allah dan mensucikan-Nya daripada segala aib dan kekurangan sebagaimana hal tersebut telah disucikan oleh Allah dan Rasul-Nya.Tauhid ini dalam ertikata lain adalah untuk mengenali Allah S.W.T. melalui Nama-Nama-Nya yang indah dan Sifat-Sifat-Nya yang Maha Tinggi lagi Maha Sempurna. Tidak ada jalan lain untuk sampai kepada pengetahuan ini melainkan melalui jalan wahyu iaitu berpandukan dari al-Qur’an dan hadis Rasulullah s.a.w. yang sahih.

Berkaitan dengan Tauhid Asma’dan Sifat ini Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin r.h di dalam kitabnya al-Qowa’idul Mutsla telah berkata: “Kita mengetahui bahawa Allah telah mengkhabarkan kepada kita tentang Diri-Nya dengan Nama-Nama-Nya yang indah dan Sifat-Sifat-Nya yang Sempurna. Kita juga yakin sepenuhnya bahawa Allah-lah yang paling mengetahui segala sesuatu, paling benar perkataan-Nya dan paling baik penuturan-Nya. Oleh kerana itu, kita wajib tanpa ragu-ragu lagi menetapkan Nama-Nama dan Sifat-Sifat tersebut bagi Allah sesuai sepertimana yang Dia khabarkan sendiri kepada kita. Begitu juga sikap penerimaan kita terhadap khabar yang disampaikan oleh Rasulullah s.a.w. yang mana baginda adalah orang yang paling tahu tentang Allah ‘Azza Wa Jalla, paling benar beritanya, paling tulus niatnya dan paling jelas penuturan serta penjelasannya. Jadi wajib kita menerima berita sahih yang datang dari baginda s.a.w.tentang Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah ‘Azza wa Jalla.

Dari keyakinan ini maka datanglah kaedah emas dalam memahami Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah sebagaimana yang telah digariskan oleh Syaikh al-Islam Ibnu Taymiyyah dalam kitabnya Majmu’ al-Fatawa: “(Hendaklah) beriman kepada apa sahaja yang disampaikan oleh Allah mengenai diri-Nya di dalam kitab-Nya dan oleh Rasulullah s.a.w dengan keimanan yang bersih dari tahrif (Mengubah lafaz Nama-Nama Allah) dan ta'thil (Meniadakan atau mengingkari Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah) serta dari takyif (bertanya bagaimana sifat Allah) dan tamtsil (mengumpamakan atau memisalkan sifat Allah dengan makhluk-Nya).”

Secara ringkasnya kaedah ini adalah sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam Malik apabila ditanya tentang tatacara, ciri-ciri dan bentuk Istawa'. Jawab Imam Malik: “Istawa' (bersemayam) itu ma'lum (diketahui maknanya), Bagaimana (kaifiat) tatacara, ciri-ciri dan bentuk majhul (tidak diketahui), mengimaninya wajib, sedangkan bertanya tentangnya (tatacara, ciri-ciri dan bentuk) adalah bid'ah.”

Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah dari segi makna memang dapat kita fahami dan ketahui. Sebagai contoh Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?". [Shaad (38):75] Al-Yad dalam bahasa Arab maknanya tangan maka kita perlu tetapkan Sifat Tangan kepada Allah sebagaimana maknanya yang hakiki. Namun begitu bagaimana kaifiatnya (tatacara, ciri-ciri dan bentuk) al-Yad kita serahkan kepada Allah S.W.T. dan ianya di luar batasan akal untuk membayangkannya. Apabila Allah S.W.T berfirman yang Dia memiliki Dua Tangan dalam surah Shaad (38):75, kita beriman kepada firman-Nya. Tentu sekali Sifat itu sesuai dengan kebesaran-Nya, kemuliaan-Nya dan kesempurnaan-Nya dan sama sekali tidak menyerupai makhluk-Nya sebagaimana firman-Nya: Tiada sesuatupun yang seumpama dengan (Zat-Nya, Sifat-Sifat-Nya dan pentadbiran-Nya) dan Dialah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Melihat. [al-Syuura (42): 11] Ayat ini mengandungi penyucian (Tanzih) dan penafian kepada Allah daripada menyerupai makhluk-Nya, baik dalam Zat, Sifat mahupun Perbuatan-Nya. Bahagian awal ayat ini (Tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya..) merupakan bantahan terhadap kaum al-Musyabbihah dan al-Mujassimah manakala bahagian akhir ayat (Dan Dia Maha Mendengar dan Melihat) merupakan bantahan kepada kaum al-Mu'athilah (orang yang meniadakan sifat-sifat Allah).

Kaedah Tauhid Asma’ dan Sifat ini sebenarnya merupakan kaedah yang telah disepakati oleh keempat-empat imam mazhab seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad tanpa sedikit pun perbezaan di antara mereka. Syaikh al-Islam Ibnu Taymiyyah berkata dalam kitabnya al-Iman: “Di antara rahmat Allah kepada para hamba-Nya adalah bahawa para imam yang mempunyai lidah kebenaran pada umat, seperti empat imam mazhab dan selain mereka, adalah bahawa mereka mengingkari (menentang) pendapat Ahlul Kalam dari kalangan Jahmiyah tentang al-Qur’an, iman dan Sifat-Sifat Allah.”

Beginilah secara ringkasnya tentang konsep pembahagian tauhid kepada tiga bahagian yang terbukti ianya berlandaskan dalil-dalil dari al-Qur’an dan al-Sunnah. Adakah wajar jika dikatakan Rasulullah s.a.w., para sahabat baginda serta para salafussoleh menolak konsepAllah itu mencipta segala sesuatu, Allah merupakan satu-satunya tempat kita persembahkan segala ibadah dan Dia memiliki Nama-Nama yang indah dan Sifat-Sifat yang Maha Tinggi lagi Maha Sempurna? Tentu sekali tidak wajar. Jika konsep ini di tolak kerana Rasulullah dan para salafussoleh tidak pernah membuat pembahagian sedemikian rupa maka sewajarnya konsep sifat dua puluh itu juga perlu di tolak. Sila berikan mana dalil dari al-Qur’an dan al-Sunnah yang memberi pembahagian seperti fahaman sifat dua puluh ini. Buktikan juga bahawa Rasulullah s.a.w dan para sahabat baginda pernah menerangkan Sifat-Sifat Allah menggunakan metode sifat dua puluh. Jika setiap kaedah yang tidak pernah diamalkan oleh baginda dan para sahabat perlu ditolak maka kita juga perlu menilai semula semua kaedah-kaedah yang telah diguna pakai dalam ilmu Ushul Fiqh, ‘Ulumul Hadith, ‘Ulumul Qur’an dan sebagainya kerana penyusunan kaedah tersebut mahupun istilah-istilah yang diguna pakai juga ada yang tiada pada zaman Rasulullah. Kaedah-kaedah pengajian ini dilakukan oleh para ulamak untuk memudah pemahaman umat Islam terhadap ilmu-ilmu agama dan menyusunkannya agar ia lebih sistematik. Apa yang penting sebenarnya konsep dalam sesuatu kaedah itu perlu didokongi oleh dalil dari al-Qur’an dan al-Sunnah sebagaimana difahami dan diamalkan oleh generasi salafussoleh.

Pembahagian tauhid kepada tiga ini juga sama sekali tidak menyamai konsep triniti dalam agama Kristian. Tuduhan ini berkemungkinan dilontarkan oleh golongan yang sebenarnya jahil tentang fahaman triniti tersebut ataupun ia sengaja dilakukan dengan niat jahat. Jika pembahagian tauhid kepada tiga dikatakan bersamaan dengan fahaman Tuhan itu satu tetapi dimanifestasikan kepada tiga personaliti, adakah pembahagian Sifat-Sifat Allah kepada dua puluh boleh dikatakan berfahaman Tuhan itu satu tetapi dimanifestasikan kepada dua puluh personaliti? Sungguh ini merupakan satu pendustaan yang amat jelek.

Sekiranya anda telah mendengar atau terbaca kata-kata dusta tentang pembahagian tauhid kepada tiga bahagian ini maka berkata sebagaimana yang telah diajar oleh Allah S.W.T. : “Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: "Sekali-kali tidaklah patut bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar." [al-Nuur (24) : 16]

--------------------------------

Baca juga Artikel "SESATKAH AKIDAH IBNU TAYMIYYAH DAN MUHAMMAD 'ABDUL WAHHAB?" di alamat berikut :-
http://akob73.blogspot.com/2008/06/sesatkah-akidah-ibnu-taymiyyah-dan.html

FROM..http://al-fikrah.net/News/article/sid=52.html

Doa-Doa Dari Al-Quran
al-Fikrah Assalamualaikum wbt.

Meh baca doa-doa yang ada dalam al-Quran, baca, faham dan hafal. Lagi elok hafal doa-doa ini daripada dok hafal doa-doa yang orang-orang lain reka yang tak ada beza pun dengan doa-doa yang kita buat sendiri

Sila lihat terjemahan al-Quran untuk melihat maknanya:

1- ( رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ) ) البقرة/201 (

“Wahai Tuhan kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah Kami dari azab neraka”. (al-Baqarah:201)

2- ( رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ) ) البقرة/250 (

“Wahai Tuhan kami! Limpahkanlah sabar kepada kami, dan teguhkanlah tapak pendirian Kami serta menangkanlah Kami terhadap kaum Yang kafir” (al-Baqarah:250)

3- ( رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ) ) البقرة/286 (

“Wahai Tuhan kami! janganlah Engkau mengirakan Kami salah jika Kami lupa atau Kami tersalah. Wahai Tuhan Kami ! janganlah Engkau bebankan kepada Kami bebanan Yang berat sebagaimana Yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang Yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa Yang Kami tidak terdaya memikulnya. dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah Kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum Yang kafir”. (al-Baqarah:286)

4- ( رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ) ) آل عمران/8 (

“Wahai Tuhan kami! janganlah Engkau memesongkan hati Kami sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan kurniakanlah kepada Kami limpah rahmat dari sisiMu; Sesungguhnya Engkau jualah Tuhan Yang melimpah-limpah pemberianNya. (Ali Imran:8)

5- ( رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ) ) آل عمران/16 (

“Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Kami telah beriman, oleh itu, ampunkanlah dosa-dosa Kami dan peliharalah Kami dari azab neraka”; (Ali Imran:16)

6- ( رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء) ) آل عمران/38 (

” Wahai Tuhanku! kurniakanlah kepadaKu dari sisiMu zuriat keturunan Yang baik; Sesungguhnya Engkau sentiasa mendengar (menerima) doa permohonan”. (Ali Imran:38)

7- ( رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنزَلَتْ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَِ) ) آل عمران/53 (

“Wahai Tuhan kami! Kami telah beriman kepada apa Yang telah Engkau turunkan, dan Kami mengikut RasulMu; oleh itu suratkanlah Kami beserta orang-orang Yang menjadi saksi (yang mengakui keesaanMu dan kebenaran RasulMu)”. (Ali Imran:53)

8- ( ربَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَِ) ) آل عمران/147 (

“Wahai Tuhan kami! ampunkanlah dosa-dosa Kami dan perbuatan Kami Yang melampau Dalam urusan kami, dan teguhkanlah tapak pendirian Kami (dalam perjuangan); dan tolonglah Kami mencapai kemenangan terhadap kaum Yang kafir.” (Ali Imran:147)

9- ( رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ رَبَّنَا إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَ تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيعَاد ِ) ) آل عمران/191-194 (

“Wahai Tuhan kami! tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini Dengan sia-sia, Maha suci engkau, maka peliharalah Kami dari azab neraka. (191)Wahai Tuhan kami! sebenarnya sesiapa Yang Engkau masukkan ke Dalam neraka maka Sesungguhnya Engkau telah menghinakannya, dan orang-orang Yang zalim tidak akan beroleh seorang Penolong pun; (192) Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Kami telah mendengar seorang Penyeru (Rasul) Yang menyeru kepada iman, katanya: ` berimanlah kamu kepada Tuhan kamu ‘, maka Kami pun beriman. Wahai Tuhan kami, ampunkanlah dosa-dosa kami, dan hapuskanlah daripada Kami kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah Kami bersama orang-orang Yang berbakti; (193) Wahai Tuhan kami! berikanlah kepada Kami pahala Yang telah Engkau janjikan kepada Kami melalui Rasul-rasulMu, dan janganlah Engkau hinakan Kami pada hari kiamat; Sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji”.(194)

10- ( رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ) ) الأعراف/23 (

“Wahai Tuhan kami, Kami telah menganiaya diri Kami sendiri, dan kalau Engkau tidak mengampunkan Kami dan memberi rahmat kepada kami, nescaya menjadilah Kami dari orang-orang Yang rugi”. (al-A’raf:23)

11- ( رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ) ) الأعراف/47 (

“Wahai Tuhan kami! janganlah Engkau jadikan Kami bersama orang-orang Yang zalim”. (al-A;raf:47)

12- ( رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ) ) الأعراف/126 (

“Wahai Tuhan kami, Limpahkanlah kesabaran kepada kami, dan matikanlah Kami Dalam keadaan Islam (berserah bulat-bulat kepadaMu)”. (al-A’raf:126)

13- ( حَسْبِيَ اللّهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ) ) التوبة/129 (

“Cukuplah bagiku Allah (yang menolong dan memeliharaku), tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia; kepadanya Aku berserah diri, dan Dia lah Yang mempunyai Arasy Yang besar.” (al-Taubah:129)

14- ( رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ) ) يونس/85-86 (

Tuhan kami! janganlah Engkau jadikan Kami landasan fitnah bagi kaum Yang zalim (85). ” dan selamatkanlah Kami Dengan rahmatMu dari angkara kaum Yang kafir”. (86) (Yunus:85-86)

15- ( رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَإِلاَّ تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِينَ) ) هود-47 (

“Wahai Tuhanku! Sesungguhnya Aku berlindung kepadamu daripada memohon sesuatu Yang Aku tidak mempunyai pengetahuan mengenainya; dan jika Engkau tidak mengampunkan dosaku, dan memberi rahmat kepadaku, nescaya menjadilah Aku dari orang-orang Yang rugi”. (Hud:47)

16- ( رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء) ) إبرهيم-40 (

“Wahai Tuhanku! Jadikanlah daku orang Yang mendirikan sembahyang dan Demikianlah juga zuriat keturunanku. Wahai Tuhan kami, perkenankanlah doa permohonanku. (Ibrahim:40)

17- ( رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ) ) إبرهيم-41 (

“Wahai Tuhan kami! berilah ampun bagiku dan bagi kedua ibu bapaku serta bagi orang-orang Yang beriman, pada masa berlakunya hitungan amal dan pembalasan” (Ibrahim:41)

18- ( رَّبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَل لِّي مِن لَّدُنكَ سُلْطَانًا نَّصِيرًا) ) الإسراء-80 (

“Wahai Tuhanku! masukkanlah daku ke Dalam urusan ugamaku Dengan kemasukan Yang benar lagi mulia, serta keluarkanlah daku daripadanya Dengan cara keluar Yang benar lagi mulia; dan berikanlah kepadaKu dari sisiMu hujah keterangan serta kekuasaan Yang menolongku”, (al-Isra’:80)

19- ( رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا) ) الكهف/10 (

“Wahai Tuhan kami! kurniakanlah Kami rahmat dari sisimu, dan berilah kemudahan-kemudahan serta pimpinan kepada Kami untuk keselamatan ugama kami”. (al-Kahfi:10)

20- ( رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي) ) طه/25-28 (

: “Wahai Tuhanku, lapangkanlah bagiku, dadaku;”Dan mudahkanlah bagiku, tugasku;”Dan lepaskanlah simpulan dari lidahku, “Supaya mereka faham perkataanku; (Taha:25-28)

21- ( رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا) ) طه/114 (

“Wahai Tuhanku, tambahilah ilmuku”. (Taha:114)

22- ( لا إِلَهَ إِلا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ) ) الأنبياء/87 (

tiada Tuhan (yang dapat menolong) melainkan Engkau (Ya Allah)! Maha suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku)! Sesungguhnya Aku adalah dari orang-orang Yang menganiaya diri sendiri”. (al-Anbiya’:87)

23- ( رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ) ) الأنبياء/89 (

: “Wahai Tuhanku! janganlah Engkau biarkan daku seorang diri (dengan tidak meninggalkan zuriat); dan Engkaulah jua sebaik-baik Yang mewarisi”. (al-Anbia’:89)

24- ( رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ) ) المؤمنون/97-98 (

“Wahai Tuhanku, Aku berlindung kepadamu dari hasutan syaitan-syaitan “Dan Aku berlindung kepadaMu, Wahai Tuhanku, supaya syaitan-syaitan itu tidak menghampiriku”. (al-Mukminun:97-98)

25- ( رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ) ) المؤمنون/109 (

` Wahai Tuhan kami, Kami telah beriman; oleh itu ampunkanlah dosa Kami serta berilah rahmat kepada kami, dan sememangnya Engkaulah jua sebaik-baik pemberi rahmat ‘. (al-Mukminun:109)

26- ( رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ) ) المؤمنون/118 (

Wahai Tuhanku, berikanlah ampun dan kurniakan rahmat, dan sememangnya Engkaulah sahaja sebaik-baik pemberi rahmat!” (al-Mukminun:118)

FROM..http://al-ahkam.net/home/index.php?option=com_content&view=article&id=5471:doa-dari-al-quran-untuk-kebaikan-keluarga-a-zuriat&catid=60:tazkirah

Doa Dari Al-Quran Untuk Kebaikan Keluarga & Zuriat PDF Print E-mail
Written by shahnor77
Tuesday, 27 April 2010 16:53
Ibubapa yang soleh boleh memberikan contoh yang baik kepada anak2

Setiap kita ingin memiliki anak, zuriat dan keturunan yang bisa membuatkan hati rasa gembira dan bahagia. Dan sudah tentu ukurannya pasti kita lihat dari sudut agama kerana ukuran agama lebih abadi sifat dan kesannya.

Pernah seorang ibu bertanya kepada saya apakah yang harus diperbuat untuk menjadikan anak-anak menjadi soleh?


Saya yang merupakan seorang bapa muda dan belum banyak pengalaman berasa agak malu untuk menjawab, sekadar mengatakan bahawa ibubapa mesti mendidik anak-anak dengan akhlaq yang soleh dan harus memberikan contoh yang baik. Kerana anak-anak banyak mencontohi tauladan dan perbuatan dari ibubapa mereka. Disamping itu, jangan lekang dengan do’a kerana selepas usaha dan ikhtiar, harus kita menyerahkan urusan kita kepada ALLAH. Hidayah dan taufiq untuk anak-anak adalah haq ALLAH.

Saya menyarankan kepada beliau do’a yang masyhur dibaca oleh masyarakat dari surah al-Furqan, ayat 74. Kerana itu sahaja setakat yang saya hafal dan amalkan.

Teringat akan hal di atas maka hari ini, saya belek buku ‘Didik Anak Cara Rasulullah SallAllahu ‘Alaihi Wasallam’ yang ditulis oleh Muhammad Nur Abdullah Hafiz Suaid terbitan KBC dan alhamdulillah di sana ada disenaraikan doa-doa berkaitan kebaikan keluarga dan zuriat yang dipetik dari al-Quran yang mulia. Berikut adalah do’a-do’anya:



رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا

أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ

Maksudnya: “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepadaMU dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepadaMU.” (Al-Baqarah : 128)



رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ

سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Maksudnya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. (Ali-Imran : 38)



رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ

أَنْ نَعْبُدَ الأصْنَامَِ

Maksudnya: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (Ibrahim : 35)



رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي

رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Bermaksud: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (Ibrahim : 40)



رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ

يَقُومُ الْحِسَابُ

Bermaksud: “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (Ibrahim : 41)



رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ

أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Bermaksud: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Furqan : 74)



رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي

أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ

صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Bermaksud: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Al-Ahqaf : 15)

Mudah-mudahan kita dapat beramal dengannya dan dikurniakan kita semua dengan zuriat yang soleh dan solehah, amin.

(Utk versi PDF bagi doa-doa di atas, sila dapatkan di sini)


SUMBER: http://muzir.wordpress.com/2009/09/12/doa-dari-al-quran-untuk-kebaikan-zuriat/
YA ALLAH PELIHARALAH KAMI DARI KEMURKAAN MU..HANYA KAPADAMU KAMI BERSERAH DIRI


YA ALLAH..SATUKANLAH HATI PEMIMPIN DAN SEMUA UMAT MELAYU ISLAM MALAYSIA
TIDAK ADA DAYA DAN UPAYA MELAINKAN DENGAN PERTOLONGAN ALLAH SWT

ASMAULHUSNA

99 Names Of ALLAH With Definition & Benefits



1)Ar Rahmaan (The Beneficent) one who recites this name 100 times will get sharp memory.

2)Ya 'Adl (The Just) One who eats the bread after writing this name Friday night, will obey his order.

3)Ya 'Afuw (The Pardoner) One who recites this name frequently, his sins will be pardoned.

4)Ya Ahad (The One) Recitation of this name 1000 times opens certain secrets.

5)Ya Akhir (The Last) One who recites this name frequently will lead a good life and at the end of this life will have a good death.

6)Ya-A'ali (The Most High) Frequent recitation of this name helps in destiny and in Traveling.

7)Ya Alim (The All Knowing) One who recites this name will become luminous and can be revealed by divine light (Noor).

8)Ya Awwal (The First) Recitation of this name, 1000 times for 40 Fridays will help in getting a child.

9)Ya Azim (The Great One) One who recites this name frequently will get respect from others.

10)Ya 'Aziz (The Mighty) Recite this name 40 times after fajr (morning) prayers for 40 days to be independent from need from others.

11)Ya Baatin (The Hidden) One who recites this name three times in a day will be able to see the truth in things.

12)Ya Badi (The Incomparable) One who recites this name 70 times will be free from all troubles.

13)Ya Baa'is (The Resurrector) One who recites this name will gain the fear of Allah.

14)Ya Baqi (The Everlasting) One who recites this name 100 times before sunrise will be saved from all disasters.

15)Ya Barr (The Source of all Goodness) One who recites this name for his child, the child will be free from misfortune.

16)Ya Basir (The All Seeing) One who recites this name 100 times after Friday Prayers (Namaz) will get the esteem in the eyes of others

17)Ya Basit (The Expander) One who recites this name 10 times after morning Prayers (Namaz) with open hands will get wealth.

18)Ya Fattah (The Opener) One who recites this name will face the victory.

19)Ya Ghaffar (The Forgiver) One who recites this name, his sins will be forgiven.

20)Ya Ghafur (The All Forgiving) Recitation of this name helps in healing from headache, Fever & depression.

21)Ya Ghani (The Self Sufficient) One who recites this name will be contented and not covetous.

22)Ya Hadi (The Guide) One who recites this name frequently will gain spiritual knowledge.

23)Ya Hafiz (The preserver) One who recites this name 16 times each day will be protected against calamities.

24)Ya Hakam (The Judge) One who recites this name frequently at night, many secrets will be revealed to him / her.

25)Ya Hakim (The Wise) One who recites this name continuously will prevent him / her from the difficulties in work.

26)Ya Halim (The Forbearing One)Write this name on the piece of paper and put it where the seeds are sown, this will prevent from any disaster & clamity.

27)Ya Hamid (The Praiseworthy) One who recites this name will be loved and praised

28)Ya Haqq (The Truth) One who recites this name will get his lost thing.

29) Ya Hasib (The Reckoner) One who starts reciting this name 70 times beginning Thursday for seven days and nights and at the 71st time recites "Habiyallah ul Hasib" will be free of fears from robbery & Jealousy.

30)Ya Hayy (The Alive) One who recites this name will have long life.

31)Ya Jaame (The Gatherer) One who recites this name will find lost things.

32)Ya Jabbar (The Compeller) ]Recitation of this name helps to prevent from violence, severity or hardness.

33)Ya Jalil (The Sublime One) One who writes this name on a piece of paper with musk and saffron, washes it, and drinks the water from a ceramic container made of earth, will be revered among men.

34)Ya Kabir (The Most Great) One who recites this name 100 times will get esteem.

35)Ya Karim (The Generous One): One who recites this name will have esteem in this world.

36)Ya Khabir (The Aware) One who recites this name will be quickly freed from the bad habit.

37)Ya Khafid (The Abaser) Recitation of this name, 70,000 times in gathering after fasting for 3 days will be safeguarded from enemy.

38)Ya Khaliq (The Creator) Recitation of this name at night will create an angel.

39)Ya Bari (The Evolver) Recitation of each 21 times will help women during child birth.

40)Ya Mussawir (The Fashioner)

41)Ya Latif (The Subtle One) One who recites this name 100 times after performing two rakats of Namaz will gets all his desires fulfilled.

42)Ya Majeed (The Noble) One who recites this name, his heart will be enlightened.

43)Ya Majid (The Most Glorious One) One who recites this name will gain glory.

44)Ya Malik (The Sovereign Lord) One who recites this name frequently will be respected and treated accordingly by others.

45)Ya Malik-Al-Mulk (The Eternal Owner of Sovereignty) One who recites this name will get esteem.

46)Ya Maani (The Preventer) One who recites this name will have a good family life.

47)Ya Matin (The Firm One) One who recites this name will be freed from any troubles.

48)Ya Mu'akhkhir (The Delayer) Reciting this name 100 times helps to love only Allah.

49)Ya Mubdi (The Originator) Recitation of this name on pregnant woman will prevent her from abortion.

50)Ya Mughni (The Enricher) One who recites this name 10 times for 10 Fridays will become self sufficient.

51)Ya Muhaymin (The Protector) One who recites this name with complete ablution, their inner being will be luminous.

52)Ya Muhsi (The Reckoner) One who recites this name 1000 times will have easiness on the judgment day.

53)Ya Muhyi (The giver of life) One who recites this name will be helped in heavy burden.

54)Ya Mur'id (The Restorer) Recitation of this name 70 times will helpful in safe return of the missing person.

55)Ya Mu'izz (The Honorer) Reciting 140 times after isha prayer will help in attaining dignity in the eyes of others.

56)Ya Mujib (The Responsive) Recitation of this name will fulfill appeals.

57)Ya Mu'min (The Guardian of Faith) One who recites this name will be free from any harm.

58)Ya Mumit (The Creator of Death) One who recites this name will be prevented from enemy.

59)Ya Muntaqim (The Avenger) One who recites this name frequently will be victorious against his enemies.

60)Ya Muqaddim (The Expediter) Recitation of this name is helpful in the battlefield

61)Ya Muqit (The maintainer) One who recites this name on a glass of water and gives this water to bad mannered child, it will help the child in attaining good manners.

62)Ya Muqsit (The Equitable) One who recites this name will be free from the harm of the devil.

63)Ya Muqtadir (The Powerful) Recitation of this name helps to know the truth.

64)Ya Muta'ali (The Most Exalted) One who recites this name frequently will gain the benevolence of Allah.

65)Ya Mutakabbir (The Majestic) Recitation of this name before having intercourse with wife will blessed with righteous child.

66)Ya Muzill (The Dishonorer) One who recites this name 75 times will be prevented from jealousy.

67)Ya Naafi (The Propitious) One who recites this name continuously for four days will be prevented from any harm.

68)Ya Nur (The Light) One who recite this name will have inner light.

69)Ya Qabiz (The Constrictor) One who writes this name on 50 pieces of food (fruit, bread, etc) for 40 days will receive ample sustenance.

70)Ya Qadir (The Able) Recitation of this name helps in fulfilling one's desires.

71)Ya Qahhar (The subduer) One who recites this name will be made free from the attractions of the world and gain inner peace.

72)Ya Qawi (The most Strong) One who recites this name with the intention of not being harmed, will be safe from his enemy.

73)Ya Qayyum (The Self Subsisting) One who recites this name will not fall into inadvertency.

74)Ya Quddus (The Holy) One who recites 100 times every day will be free from anxiety.

75)Ya Raafi (The Exalter) Reciting this name 100 times during day and night will make the person higher and rich.

76)Ya Rahim (The Merciful) One who recites this name seven times will be under Allah's protection.

77)Ya Raqib (The Watchful) One who recites this name seven times will be under Allah's protection.

78)Ya Rashid (The Guide to the Right Path) One who recites this name 1000 times between Maghrib and Isha Namaz will be safe from troubles.

79)Ya Ra'uf (The Compassionate) Recitation of this name gives the blessing of Allah.

80)Ya Razzaq (The Provider) One who recites this name will be provided with sustenance from Allah.

81)Ya Sabur (The Patient) One who recites this name 3000 times will be rescued from any difficulty.

82)Ya Salaam (The Source of Peace) One who recites this name 160 times to a sick person will regain health.

83)Ya Samd (The Eternal) One who recites this name frequently will be helped in need.

84) Ya Samii(The Al Hearing) One who recites this name 100 times without speaking to anyone on thursday after the Zuhr prayer, Allah will bestow on him / her any desire.

85)Ya Shaahid (The Witness) One who recites this name will get obedient child.

86)Ya Shakur (The Appreciative) Recitation of 41 times will helps in healing from depression.

87)Ya Tawwab (The Acceptor of Repentance) One who recites this name frequently, his repentance will be accepted.

88)Ya Waali (The Governor) One who recites this name and breathes it into his house, his house will be free from danger.

89)Ya Wali (The Protecting Friend) One who recites this name will be the protected one

90)Ya Wadud (The loving) Reciting this name 1000 times on food before eating will help in making compromise between two persons.

91)Ya Wahhab (The Bestower) One who recites this name 100 times after two rakats of Namaz will get all needs fulfilled.

92)Ya Wahid (The Unique) One who recites this name alone and in a quiet place will be free from fear and delusion.

93)Ya Wajid (The Finder)One who recites this name will have richness of heart.

94)Ya Wakil (The Trustee) One who recites this name will have long life.

95)Ya Warris (The Supreme Inheritor) One who recites this name will have long life.

96)Ya Wasi (The All Embracing) Recitation of this name will eradicate poverty.

97)Ya Zaahir (The Manifest) One who recites this name 15 times after Friday prayer, will get divine light in his heart.

98)Ya Zaarr (The Distresser) One who recites this name will gain status.

99)Ya Zul Jalal Wal Ikram (The Lord of Majesty and Bounty)
_________________
A=ALLAH,ADAB,AKHLAK,AMANAH,AMAN
B=BAIK,BERSIH,BERANI,BOLEH,BEST
C=CANTIK,CUCI,CEKAP,CEPAT,CANGGIH
D=DONT BE LAZY,DONT GIVEUP

Tuesday, July 13, 2010

FROM..http://ahmadfaruq.blogdetik.com/tasawuf/

Ahlus Sunnah Wal Jamaah





mengikuti sunnah Nabi & Jamaah sahabatnya, senantiasa bersatu dalam jamaah kaum muslimin
5 Februari 2009
Tasawuf
Filed under: Tak Berkategori — ahmadfaruq @ 19:33

Imam Abu Hanifa (81-150 H./700-767 CE)

Imam Abu Hanifa (r) (85 H.-150 H) berkata, “Jika tidak karena dua tahun, saya telah celaka. Karena dua tahun saya bersama Sayyidina Ja’far as-Sadiq dan mendapatkan ilmu spiritual yang membuat saya lebih mengetahui jalan yang benar”. Ad-Durr al-Mukhtar, vol 1. p. 43 bahwa Ibn ‘Abideen said, “Abi Ali Dakkak, seorang sufi, dari Abul Qassim an-Nasarabadi, dari ash-Shibli, dari Sariyy as-Saqati dari Ma’ruf al-Karkhi, dari Dawad at-Ta’i, yang mendapatkan ilmu lahir dan batin dari Imam Abu Hanifa (r), yang mendukung jalan Sufi.” Imam berkata sebelum meninggal: lawla sanatan lahalaka Nu’man, “Jika tidak karena dua tahun, Nu’man (saya) telah celaka.” Itulah dua tahun bersama Ja’far as-Sadiq.

Imam Malik (94-179 H./716-795 CE)

Imam Malik (r): “man tassawaffa wa lam yatafaqah faqad tazandaqa wa man tafaqaha wa lam yatsawwaf faqad fasadat, wa man tafaqaha wa tassawafa faqad tahaqqaq. (Barangsiapa mempelajari/mengamalkan tasauf tanpa fikh maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fikh tanpa tasauf dia tersesat, dan siapa yang mempelari tasauf dan fikh dia meraih kebenaran).” (dalam buku ‘Ali al-Adawi dari keterangan Imam Abil-Hassan, ulama fikh, vol. 2, p. 195

Imam Shafi’i (150-205 H./767-820 CE)

Imam Shafi’i : ”Saya bersama orang sufi dan aku menerima 3 ilmu:

1. Mereka mengajariku bagaimana berbicara.

2. Mereka mengajariku bagaimana meperlakukan orang dengan kasih dan hati lembut.

3. Mereka membimbingku ke dalam jalan tasawuf

[Kashf al-Khafa and Muzid al-Albas, Imam 'Ajluni, vol. 1, p. 341.]

Dalam Diwan (puisi) Imam Syafii, nomor 108 :

“Jadilah ahli fiqih dan sufi Jangan menjadi salah satunya Demi Allah Aku menasehatimu”.

Imam Ahmad bin Hanbal (164-241 H./780-855 CE)

Imam Ahmad (r) : “Ya walladee ‘alayka bi-jallassati ha’ula’i as-Sufiyya. Fa innahum zaadu ‘alayna bikathuratil ‘ilmi wal murqaba wal khashiyyata waz-zuhda wa ‘uluwal himmat (Anakku jika kamu harus duduk bersama orang-orang sufi, karena mereka adalah mata air ilmu dan mereka tetap mengingat Allah dalam hati mereka. Mereka orang-orang zuhud dan mereka memiliki kekuatan spiritual yang tertinggi,” –Tanwir al-Qulub, p. 405, Shaikh Amin al-Kurdi) Imam Ahmad (r) tentang Sufi:”Aku tidak melihat orang yang lebih baik dari mereka” ( Ghiza al-Albab, vol. 1, p. 120)

Imam Haris Al-Muhasibi (d. 243 H./857 CE)

Imam Haris Al-Muhasibi meriwayatkan dari Rasul, “Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan dan hanya satu yang akan menjadi kelompok yang selamat” . Dan Allah yang lebih mengetahui bahwa itu adalah Golongan orang tasawuf. Dia menjelaskan dengan mendalam dalam Kitab al-Wasiya p. 27-32.

Imam al-Qushayri (d. 465 H./1072 CE)

Imam al-Qushayri tentang Tasauf: “Allah membuat golongan ini yang terbaik dari wali-wali-Nya dan Dia mengangkat mereka di atas seluruh hamba-hamba-Nya sesudah para Rasul dan Nabi, dan Dia memberi hati mereka rahasia Kehadiran Ilahi-Nya dan Dia memilih mereka diantara umat-Nya yang menerima cahaya-Nya. Mereka adalah sarana kemanusiaan, Mereka menyucikan diri dari segala hubungan dengan dunia dan Dia mengangkat mereka ke kedudukan tertinggi dalam penampakan (kasyf). Dan Dia membuka kepada mereka Kenyataan akan Keesaan-Nya. Dia membuat mereka untuk melihat kehendak-Nya mengendalikan diri mereka. Dia membuat mereka bersinar dalam wujud-Nya dan menampakkan mereka sebagai cahaya dan cahaya-Nya .” [ar-Risalat al-Qushayriyya, p. 2]

Imam Ghazali (450-505 H./1058-1111 CE)

Imam Ghazali, hujjatul-Islam, tentang tasawuf : “Saya tahu dengan benar bahwa para Sufi adalah para pencari jalan Allah, dan bahwa mereka melakukan yang terbaik, dan jalan mereka adalah jalan terbaik, dan akhlak mereka paling suci. Mereka membersihkan hati mereka dari selain Allah dan mereka menjadikan mereka sebagai jalan bagi sungai untuk mengalirnya kehadiran Ilahi [al-Munqidh min ad-dalal, p. 131].

Imam Nawawi (620-676 H./1223-1278 CE)

Dalam suratnya al-Maqasid : “Ciri jalan sufi ada 5 : menjaga kehadiran Allah dalam hati pada waktu ramai dan sendiri mengikuti Sunah Rasul dengan perbuatan dan kata menghindari ketergantungan kepada orang lain bersyukur pada pemberian Allah meski sedikit selalu merujuk masalah kepada Allah swt [Maqasid at-Tawhid, p. 20]

Imam Fakhr ad-Din ar-Razi (544-606 H./1149-1209 CE)

Imam Fakhr ad-Din ar-Razi : “Jalan para sufi adalah mencari ilmu untuk memutuskan diri mereka dari kehidupan dunia dan menjaga diri mereka agar selalu sibuk dalam pikiran dan hati mereka dengan mengingat Allah, pada seluruh tindakan dan perilaku” .” [Ictiqadat Furaq al-Musliman, p. 72, 73]

Ibn Khaldun (733-808 H./1332-1406 CE)

Ibn Khaldun : “Jalan sufi adalah jalan salaf, ulama-ulama di antara Sahabat, Tabi’een, and Tabi’ at-Tabi’een. Asalnya adalah beribadah kepada Allah dan meninggalkan perhiasan dan kesenangan dunia” [Muqaddimat ibn Khaldan, p. 328]

Tajuddin as-Subki

FROM..http://www.mymasjid.net.my/forum/display/372401/tasauftariqat/

TASAUF/TARIQAT ..
Oleh suraya, 2005-09-19 09:42:57, IP : 211.25.176.28


Apakah itu ilmu tasauf ? Wajibkah kita sebagai umat Islam
mempelajarinya ? Adakah ilmu tasauf ini diajar oleh golongan
tariqat saja ? Benarkah ilmu ini dikaitkan dengan pembawaan
ajaran-ajaran sesat ? Saya amat keliru.

Harap Dr. sedia meleraikan kekusutan saya.
Naguib

Jawapan Dr. Danial
------------------

Bertasawuf memang di tuntut. Yang dikeji ialah bidaah dalam
bertasawuf.

Ilmu tasawuf merupakan salah satu cabang ilmu yang utama dan
wajib dipelajari dalam Islam, di samping ilmu akidah dan fekah.

Tasawuf membicarakan tentang akhlak, budi pekerti dan pemurnian
hati dengan sifat-sifat terpuji seperti ikhlas, tawaduk, sabar,
muraqabah, mujahadah, teda, tawakal, khusyuk dan seumpamanya.
Perkara ini dipandang penting oleh Islam, justeru, Nabi bersabda,

"SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MELIHAT KEPADA TUBUH JASAD DAN RUPA
PARAS MU, SEBALIKNYA ALLAH MELIHAT KEPADA HATI-HATI MU."
- ( Riwayat Muslim )

Hati yang paling rendah martabatnya ialah yang dipenuhi dengan
nafsu al-ammarah.

Allah berfirman ;

"DAN AKU TIDAK MEMBEBASKAN DIRI KU DARIPADA KESALAHAN, KERANA
SESUNGGUHNYA NAFSU AL-AMMARAH SELALU MENYURUH KEPADA KEJAHATAN."
( Surah Yusuf : ayat 53 )

Apabila hati terus digilap, ia meningkat kepada makam nafsu
al-mutmainnah atau pun hati yang tenang damai. Allah berfirman;

"WAHAI HATI YANG TENANG. KEMBALILAH KEPADA TUHAN MU DENGAN HATI
YANG PUAS LAGI DIREDAI. MASUKLAH KE DALAM JEMAAH HAMBA-HAMBA KU
DAN MASUKLAH KE DALAM SYURGA KU."
( Surah Al-Fajr : ayat 27-30 )

Apabila hati bersinar, ibadah akan dilakukan dengan ihsan. Ihsan
ialah, "Kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihat
Tuhan mu jika tidak, yakinilah Allah melihat kamu."
( Bukhari Muslim )

Apabila makam ini dicapai KUALITI akan terserlah dalam setiap
perkara yang diceburi. Kesemua ini membawa kepada kecemerlangan
hidup.

Inilah intisari kepada ilmu tasawuf.

Tariqat
-------
Tariqat adalah jalan khusus dalam melaksanakan tasawuf. Mereka
yang bertarikat akan 'mengambil ijazah' dari guru-guru tarikat
tertentu dan kemudiannya mereka dituntut melaksanakan wirid-wirid
dan amal-amal tertentu.

Dalam Islam, tidak ada nas dan dalil yang menuntut kita memasuki
sebarang tariqat. Yang dituntut ialah kita berakhlak, berpekerti
mulia dan memurnikan jiwa.

Al-Quran dan As-Sunnah sudah lengkap dengan arahan dan cara untuk
mendekatkan diri kepada Allah. Apatah lagi pada hari ini, banyak
bidaah dan amalan sesat telah memasuki aliran-aliran tarikat.

Jika anda masih ingin memasuki aliran tarikat tertentu, mantapkan
ilmu agama dan syariat anda terlebih dahulu agar anda tahu
menilai yang salah dan yang betul. Jangan jadi pengikut secara
membuta tuli dan jangan berasa kagum dengan kepelikan-kepelikan
kerana kepelikan kadangkala membawa kepada kesesatan.

FROM..http://mindarakyat0.tripod.com/2001mac/i2001-0752.htm

MENGAPA MANUSIA DICIPTAKAN DAN APAKAH TANGGUNGJAWABNYA?
Perlu kita perhatikan 3 persoalan asas yang berkaitan dengan seluruh kehidupan kita. Persoalan-persoalan tersebut ialah:

* Dari manakah kita datang?
* Mengapakah kita didatangkan?
* Kemanakah kesudahan kita?

Untuk mencari jawapan-jawapan yang tepat maka perlulah kita merujuk kepada apa telah dinyatakan oleh Allah S.W.T. di dalam al-Quran al-Karim.

++PERSOALAN PERTAMA++
Dari mana kita datang?

Jawapannya kita dapati dari Firman Allah S.W.T.:

"Wahai sekelian manusia! Jika kamu masih ragu-ragu terhadap hari qiamat sesungguhnya Kami (Allah S.W.T.) telah jadikan kamu dari tanah, kemudian daripada air mani dan mani menjadi darah sampai ia menjadi sepotong daging yang telah sempurna kejadiannya dan yang belum sempurna, supaya Kami beri keterangan kepada kamu dan Kami tetapkan di dalam kandungan (rahim) ibu mengikut kehendak Kami, sampailah waktu tertentu maka Kami keluarkan kamu dari kandungan ibumu menjadi kanak-kanak kemudian sampai kamu menjadi orang dewasa. Di antara kamu ada orang yang dimatikan dan ada yang dipanjangkan hidupnya sampai terlalu tua hingga tidak dapat mengetahui apa-apa sedangkan sebelumnya kamu mengetahui."
- Surah al-Hajj: ayat 5.

Dengan meneliti ayat tersebut dapatlah kita ketahui dari manakah datangnya kita dan terjawablah persolan tersebut.

+PERSOALAN KEDUA++
Mengapa kita didatangkan atau mengapa kita dijadikan oleh Allah S.W.T.?

Jawapan kepada persoalan ini terdapat di dalam Firman Allah S.W.T.:

"Tidak Aku (Allah) jadikan jin dan manusia melainkan untuk mengabdikan diri kepada-Ku." - Surah az-Zariyat: ayat 56.
Para ulama' muktabar telah menghuraikan pengertian ibadah itu dengan panjang lebar yang mana perkataan ibadah ada kesyumulannya (kesempurnaannya) dan mempunyai runag lingkup yang luas, tidak semata-mata terhad kepada fardhu solah, puasa, zakat dan haji semata-mata, bahkan tugas dan kewajipan kita di dunia ini adalah beribadah dan memperhambakan diri kepada Allah S.W.T. berdasar Firman-Nya tersebut.

Untuk menepati kehendak ibadah dalam seluruh hidup ini maka setiap perbuatan yang kita lakukan itu mestilah semata-mata kerana Allah S.W.T. serta mengikut betul-betul arahan yang telah disampaikan oleh Rasulullah S.A.W..

Jika demikian segala makanan, minuman, pelajaran, pekerjaan, pendidikan jasmani, perkahwinan dan mendidik anak adalah merupakan jalan-jalan atau faktor-faktor yang membantu kita untuk taatkan Allah S.W.T. serta teguh beribadah kepada-Nya. Juga menjadikan kita bertaqarrub (menghampirkan diri) kepada Allah S.W.T.. Ini bermakna rumah,sekolah, kilang,pejabat,sawah ladang, padang permainan, gedung perniagaan dan sebagainya adalah medan beribadah. Bahkan seluruh bumi Allah S.W.T. ini merupakan 'masjid', tempat menunaikan ibadah dalam realiti kehidupan.

Sehubungan dengan itu Syaikh al-Islam IbnTaimiyyah telah menyatakan bahawa:

"Setiap perkara yang telah Allah S.W.T. perintahkan hamba-hamba-Nya melaksanakan adalah dikira sebagai ibadah. Ibadah yang meliputi apa sahaja yang diredhai oleh Allah S.W.T. sama ada tutur kata, perbuatan dan tingkah laku."

Prof. Dr. Yusuf Qaradhawi menyatakan di dalam bukunya, al-'Ibadah Fi al-Islam, bahawa: "Sesungguhnya beribadah kepada Allah S.W.T. tidaklah terhad kepada mengerjakan solah, puasa, zakat dan haji dan perkara yang berkaitan dengannya seperti tilawah al-Quran, zikir, berdoa, beristighfar dan sebagainya sahaja sebagaimana fahaman sesetengah golongan Islam (yang mendakwa Islam). Ramai yang telah menyangka bahawa apabila mereka telah menunaikan fardhu-fardhu dan syiar-syiar yang tersebut bererti mereka telah manyempurnakan hak Allah S.W.T. terhadap mereka sepenuhnya. Mereka menyangka sudah selesai ditunaikan kewajipan 'Ubudiyyah terhadap Allah S.W.T..

Padahal tanggapan tersebut meleset daripada hakikatnya yang sebenar".
Beliau membuat penjelasan lagi bahawa:"Tidaklah dikira ibadah kepada Allah S.W.T. jika seseorang itu berfahaman: Aku solah, aku berpuasa, aku berzakat dan aku menunaikan haji tetapi aku bebas makan daging babi, minum arak, makan riba, berjudi serta menolak hukum-hukum syariat Allah S.W.T. yang tidak sesuai dengan pandanganku. Juga tidak dikira ibadah kepada Allah S.W.T. bagi orang yang menganggap ibadahnya hanya berada ketika di kawasan masjid, tetapi apabila ia keluar dari masjid dan mencebur diri dalam bidang-bidang kehidupan lain dia menjadi hamba kehendak dirinya, bebas mengikut kehendak hawa nafsunya dengan tidak menghiraukan hukum-hukum Allah S.W.T."

Oleh kerana itu maka setiap orang yang terkeliru mesti memperbetulkan fahamannnya kembali mengenai Islam dan ibadah kepada Allah S.W.T.. Semoga seluruh kehidupannya berada dalam keredhaan Allah S.W.T.. Cukuplah bagi seseorang Muslim itu berfikir bahawa ia adalah Khalifah Allah S.W.T. di muka bumi ini untuk menjalankan tugas dan arahan Allah S.W.T. serta melaksanakan kewajipan ber'ubudiyyah kepada Allah S.W.T. semat-mata. Memadai ia berbuat demikian untuk mencorakkan segala jenis amalannya dengan corak Islam hinggalah segala perkataan, perbuatan dan diamnya itu ibadah kepada Allah S.W.T..

Menurut al-Qaradhawi lagi bahawa ibadah itu merangkumi dua tugas besar yang menjadi teras bagi semua perkara yang tersebut sebelum ini. Tugas tersebut ialah:
1. Menyeru kepada kema'rufan dan mencegah daripada kemunkaran.

2. Berjihad ke jalan Allah S.W.T..
Menurut huraian asy-Syahid Sayyid Qutb bahawa kerja-kerja menyuruh kepada ma'ruf serta mencegah daripada munkar tidak boleh dipandang ringan. Umat ini tidak berjaya selagi ma'ruf tidak tertegak sebagai ma'ruf dan munkar tidak dimusnahkan sebagai munkar. Untuk melaksanakan tugas yang besar itu maka perlulah kepada pembentukan Ummah. Ummah yang tertegak atas dasar Iman kepada Allah S.W.T. dan Persaudaraan kerana Allah S.W.T. agar hukum-hukum Allah S.W.T. terlaksana, kerja-kerja ma'ruf berjalan dengan senang, kebenaran mengatasi kepalsuan, kebaikan sentiasa disokong dan kemungkaran sentiasa di tentang. Untuk sampai kepada ummah Islam sedemikian maka jihad yang berterusan diperlukan dan mengikuti jalan-jalan yang betul sebagaimana yang telah digariskan oleh Rasulullah S.A.W.

++PERSOALAN KETIGA++

Kemanakah kesudahan kita?

Persoalan ini tidak memerlukan huraian yang panjang kerana setiap orang yang menyedari asal-usulnya serta mengetahui tugas kewajipannya, maka InsyaAllah ia akan menyedari pula ke manakah kesudahannya. Walaupun demikian jawapannya tetap telah dinyatakan oleh Allah S.W.T. dalam FirmanNya:

"Sesungguhnya kepada Tuhan (Allah) kesudahan kamu (tempat kembali). Dialah yang membuatkan kamu tertawa dan Dia juga yang membuatkan kamu menangis. Dialah yang mematikan kamu dan menghidupkan kamu kembali."
- Surah an-Najm: ayat 42-44.
Wallahua'lam.
Wassalamualaikum

QURAN TRANSLATION

17 - The Israelites


In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.

1 Glory to (Allah) Who did take His Servant for a Journey by night from the Sacred Mosque to the Farthest Mosque, whose precincts We did bless,- in order that We might show him some of Our Signs: for He is the One Who heareth and seeth (all things).

2 We gave Moses the Book, and made it a Guide to the Children of Israel, (commanding): "Take not other than Me as Disposer of (your) affairs."

3 O ye that are sprung from those whom We carried (in the Ark) with Noah! Verily he was a devotee most grateful.

4 And We decreed for the Children of Israel in the Book, that twice would they do mischief on the earth and be elated with mighty arrogance (and twice would they be punished)!

5 When the first of the warnings came to pass, We sent against you Our servants given to terrible warfare. They entered the very inmost parts of your homes; and it was a warning (completely) fulfilled.

6 Then did We grant you victory over them: We gave you increase in resources and sons, and made you the more numerous in man-power.

7 If ye did well, ye did well for yourselves; if ye did evil, (ye did it) against yourselves. So when the second of the warnings came to pass, (We permitted your enemies) to disfigure your faces, and to enter your Temple as they had entered it before, and to visit with destruction all that fell into their power.

8 It may be that your Lord may (yet) show Mercy unto you; but if ye revert (to your sins), We shall revert (to Our punishments): And we have made Hell a prison for those who reject (all Faith).

9 Verily this Quran doth guide to that which is most right (or stable), and giveth the Glad Tidings to the Believers who work deeds of righteousness, that they shall have a magnificent reward;

10 And to those who believe not in the Hereafter, (it announceth) that We have prepared for them a Chastisement Grievous (indeed).

11 Man prays for evil as he prays for good; for man is given to hasty (deeds).

12 We have made the Night and the Day as two (of Our) Signs: the Sign of the Night have We made dark, while the Sign of the Day We have made bright; that ye may seek bounty from your Lord, and that ye may know the number and count of the years: all things have We explained in detail.

13 Every man's fate We have fastened on his own neck: On the Day of Judgment We shall bring out for him a scroll, which he will see spread open.

14 (It will be said to him:) "Read thine (own) record: Sufficient is thy soul this day to make out an account against thee."

15 Who receiveth guidance, receiveth it for his own benefit: who goeth astray doth so to his own loss. No bearer of burdens can bear the burden of another: nor would We punish until We had sent a messenger (to give warning).

16 When We decide to destroy a population, We command those among them who are given the good things of this life (to be obedient), but they continued to transgress; so that the word is proved true against them: then We destroy them utterly.

17 How many generations have We destroyed after Noah? and enough is thy Lord to note and see the sins of His servants.

18 If any do wish for the transitory things (of this life), We readily grant them - such things as We will, to such person as We will: in the end have We provided Hell for them: they will burn therein, disgraced and rejected.

19 Those who do wish for the (things of) the Hereafter, and strive therefor with all due striving, and have Faith,- they are the ones whose striving will be thanked (by Allah).

20 Of the bounties of thy Lord We bestow freely on all- these as well as those. The bounties of thy Lord are not closed (to anyone).

21 See how We have bestowed more on some than on others; but verily the Hereafter is more in rank and gradation and more in excellence.

22 Take not with Allah another god; or thou (O man!) wilt sit in disgrace and destitution.

23 Thy Lord hath decreed that ye worship none but Him, and that ye be kind to parents. Whether one or both of them attain old age in thy life, say not to them a word of contempt, nor repel them, but address them in terms of honor.

24 And, out of kindness, lower to them the wing of humility, and say: "My Lord! bestow on them Thy Mercy even as they cherished me in childhood."

25 Your Lord knoweth best what is in your hearts: If ye do deeds of righteousness, verily He is Most Forgiving to those who turn to Him again and again (in true penitence).

26 And render to the kindred their due rights, as (also) to those in want, and to the wayfarer: But squander not (your wealth) in the manner of a spendthrift.

27 Verily spendthrifts are brothers of the Satans; and the Satan is to his Lord (himself) ungrateful.

28 And even if thou hast to turn away from them in pursuit of the Mercy from thy Lord which thou dost expect, yet speak to them a word of easy kindness.

29 Make not thy hand tied (like a niggard's) to thy neck, nor stretch it forth to its utmost reach, so that thou become blameworthy and destitute.

30 Verily thy Lord doth provide sustenance in abundance for whom He pleaseth, and He straiten it. For He doth know and regard all His servants.

31 Kill not your children for fear of want: We shall provide sustenance for them as well as for you. Verily the killing of them is a great sin.

32 Nor come nigh to adultery: for it is an indecent (deed) and an evil way.

33 Nor take life - which Allah has made sacred - except for just cause. And if anyone is slain wrongfully, we have given his heir authority (to demand Qisás or to forgive): but let him nor exceed bounds in the matter of taking life; for he is helped (by the Law).

34 Come not nigh to the orphan's property except to improve it, until he attains the age of full strength; and fulfill (every) engagement, for (every) engagement will be inquired into (on the Day of Reckoning).

35 Give full measure when ye measure, and weigh with a balance that is straight: that is the most fitting and the most advantageous in the final determination.

36 And pursue not that of which thou hast no knowledge; for surely the hearing, the sight, the heart, all of those shall be questioned of (on the Day of Reckoning).

37 Nor walk on the earth with insolence: for thou canst not rend the earth asunder, nor reach the mountains in height.

38 Of all such things the evil is hateful in the sight of thy Lord.

39 These are among the (precepts of) wisdom, which thy Lord has revealed to thee. Take not, with Allah, another object of worship, lest thou shouldst be thrown into Hell, blameworthy and rejected.

40 Has then your Lord (O Pagans!) preferred for you sons, and taken for Himself daughters among the angels? Truly ye utter a most dreadful saying!

41 We have explained (things) in various (ways) in this Quran, in order that they may receive admonition, but it only increases their flight (from the Truth)!

42 Say: If there had been (other) gods with Him, as they say,- behold, they would certainly have sought out a way in submitting to the Lord of the Throne!

43 Glory to Him! He is high above all that they say!- Exalted and Great (beyond measure)!

44 The seven heavens and the earth, and all beings therein, declare His glory: there is not a thing but celebrates His praise; And yet ye understand not how they declare His glory! Verily He is Oft-Forbear, Most Forgiving!

45 When thou dost recite the Quran, We put, between thee and those who believe not in the Hereafter, a veil invisible:

46 And We put coverings over their hearts (and minds) lest they should understand the Quran, and deafness into their ears: when thou dost mention thy Lord and Him alone in the Quran, they turn on their backs, fleeing (from the Truth).

47 We know best what it is they listen, when they listen to thee; and when they meet in private, behold, the wicked say, "Ye follow none other than a man bewitched!"

48 See what similes they strike for thee: but they have gone astray, and never can they find a way.

49 They say: "What! when we are reduced to bones and dust, should we really be raised up (to be) a new creation?"

50 Say: "(Nay!) be ye stones or iron,

51 "Or any created matter which, in your minds, is hardest (to be raised up),- (yet shall ye be raised up)!" then will they say: "Who will cause us to return?" Say: "He Who created you first!" Then will they wag their heads towards thee, and say, "When will that be?" Say, "May be it will be quite soon!

52 "It will be on a Day when He will call you, and ye will answer (His call) with (words of) His praise, and ye will think that ye tarried but a little while!"

53 Say to My servants that they should (only) say those things that are best: for Satan doth sow dissensions among them: For Satan is to man an avowed enemy.

54 It is your Lord that knoweth you best: If He please, He granteth you mercy, or if He please, punishment: We have not sent thee to be a disposer of their affairs for them.

55 And it is your Lord that knoweth best all beings that are in the heavens and on earth: We made some prophets to excel others: and We gave to David the Psalms.

56 Say: "Call on those - besides Him - whom ye fancy: they have neither the power to remove your troubles from you nor to change them."

57 Those whom they call upon do seek (for themselves) means of access to their Lord, - as to who are nearest: they hope for His Mercy and fear His Wrath: for the Wrath of thy Lord is something to take heed of.

58 There is not a population but We shall destroy it before the Day of Judgment or punish it with a dreadful Chastisement: that is written in the (eternal) Record.

59 And We refrain from sending the Signs, only because the men of former generations treated them as false: We sent the She-camel to the Thamüd - a visible Sign -, but they treated her wrongfully: We only send the Signs by way of frightening (and warning from evil).

60 Behold! We told thee that thy Lord doth encompass mankind round about: We granted the vision which We showed thee, but as a trial for men,- as also the Cursed Tree (mentioned) in the Quran: We put fear (and warning) into them, but it only increases their inordinate transgression!

61 Behold! We said to the angels: "Prostrate unto Adam": They prostrated except Iblis: He said, "Shall I prostrate to one whom Thou didst create from clay?"

62 He said: "Seest Thou? this is the one whom Thou hast honored above me! If Thou wilt but respite me to the Day of Judgment, I will surely bring his descendants under my sway - all but a few!"

63 (Allah) said: "Go thy way; if any of them follow thee, verily Hell will be the recompense of you (all)- an ample recompense.

64 "And arose those whom thou canst among them, with thy (seductive) voice; make assaults on them with thy cavalry and thy infantry; mutually share with them wealth and children; and make promises to them." But Satan promises them nothing but deceit.

65 "As for My servants, no authority shalt thou have over them:" Enough is thy Lord for a Disposer of affairs.

66 Your Lord is He that maketh the Ship go smoothly for you through the sea, in order that ye may seek of His Bounty. For He is unto you Most Merciful.

67 When distress seizes you at sea, those that ye call upon - besides Himself - leave you in the lurch! but when He brings you back safe to land, ye turn away (from Him). Most ungrateful is man!

68 Do ye then feel secure that He will not cause you to be swallowed up beneath the earth when ye are on land, or that He will not send against you a violent tornado (with showers of stones) so that ye shall find no protector?

69 Or do ye feel secure that He will not send you back a second time to sea and send against you a heavy gale to drown you because of your ingratitude, so that ye find no helper therein against Us?

70 We have honored the sons of Adam; provided them with transport on land and sea; given them for sustenance things good and pure; and conferred on them special favors, above a great part of Our Creation.

71 On the Day We shall call together all human beings with their (respective) Imams: those who are given their record in their right hand will read it (with pleasure), and they will not be dealt with unjustly in the least.

72 But those who were blind in this world, will be blind in the hereafter, and most astray from the Path.

73 And their purpose was to tempt thee away from that which We had revealed unto thee, to substitute in Our Name something quite different; (in that case), behold! they would certainly have made thee (their) friend!

74 And had We not given thee strength, thou wouldst nearly have inclined to them a little.

75 In that case We should have made thee taste an equal portion (of punishment) in this life, and an equal portion in death: and moreover thou wouldst have found none to help thee against Us!

76 Their purpose was to scare thee off the land, in order to expel thee; but in that case they would not have stayed (therein) after thee, except for a little while.

77 (This was Our) way with the messengers We sent before thee: thou wilt find no change in Our ways.

78 Establish regular prayers - at the sun's decline till the darkness of the night, and the recital of the Quran in the morning prayer: for the recital of the dawn is witnessed.

79 And as for the night keep awake a part of it as an additional prayer for thee: soon will thy Lord raise thee to a Station of Praise and Glory!

80 Say: "O my Lord! Let my entry be by the Gate of Truth and Honor, and likewise my exit by the Gate of Truth and Honor; and grant me from Thee an authority to aid (me)."

81 And say: "Truth has (now) arrived, and Falsehood perished: for Falsehood is (by its nature) bound to perish."

82 We send down (stage by stage) in the Quran that which is a healing and a mercy to those who believe: to the unjust it causes nothing but loss after loss.

83 Yet when We bestow Our favors on man, he turns away and becomes remote on his side (instead of coming to Us), and when evil seizes him he gives himself up to despair!

84 Say: "Everyone acts according to his own disposition: But your Lord knows best who it is that is best guided on the Way."

85 They ask thee concerning the Spirit. Say: "The Spirit is off the command of my Lord: of knowledge it is only a little that is communicated to you, (O men!)"

86 If it were Our Will, We could take away that which We have sent thee by inspiration: then wouldst thou find none to plead thy affair in that matter as against Us,-

87 Except for Mercy from thy Lord: for His Bounty is to thee (indeed) great.

88 Say: "If the whole of mankind and Jinns were to gather together to produce the like of this Quran, they could not produce the like thereof, even if they backed up each other with help and support.

89 And We have explained to man, in this Quran, every kind of similitude: yet the greater part of men refuse (to receive it) except with ingratitude!

90 They say: "We shall not believe in thee, until thou cause a spring to gush forth for us from the earth,

91 "Or (until) thou have a garden of date trees and vines, and cause rivers to gush forth in their midst, carrying abundant water;

92 "Or thou cause the sky to fall in pieces, as thou sayest (will happen), against us; or thou bring Allah and the angels before (us) face to face:

93 "Or thou have a house adorned with gold, or thou mount a ladder right into the skies. No, we shall not even believe in thy mounting until thou send down to us a book that we could read." Say: "Glory to my Lord! Am I aught but a man,- a messenger?"

94 What kept men back from belief when Guidance came to them, was nothing but this: they said, "Has Allah sent a man (like us) to be (His) Messenger."

95 Say, "If there were settled, on earth, angels walking about in peace and quiet, We should certainly have sent them down from the heavens an angel for a messenger."

96 Say: "Enough is Allah for a witness between me and you: for He is well acquainted with His servants, and He sees (all things).

97 It is he whom Allah guides, that is on true Guidance; but he whom He leaves astray - for such wilt thou find no protector besides Him. On the Day of Judgment We shall gather, them together, prone on their faces, blind, dumb, and deaf: their abode will be Hell: every time it shows abatement, We shall increase for them the fierceness of the Fire.

98 That is their recompense, because they rejected Our Signs, and said, "When we are reduced to bones and broken dust, should we really be raised up (to be) a new Creation?"

99 See they not that Allah, Who created the heavens and the earth, has power to create the like of them (anew)? Only He has decreed a term appointed, of which there is no doubt. But the unjust refuse (to receive it) except with ingratitude.

100 Say: "If ye had control of the Treasures of the Mercy of my Lord, behold, ye would keep them back, for fear of spending them: for man is (every) niggardly!"

101 To Moses We did give Nine Clear Sings: As the Children of Israel: when he came to them, Pharaoh said to him: "O Moses! I consider thee, indeed, to have been worked upon by sorcery!

102 Moses said, "Thou knowest well that these things have been sent down by none but the Lord of the heavens and the earth as eye-opening evidence: and I consider thee indeed, O Pharaoh, to be one doomed to destruction!"

103 So he resolved to remove them from the face of the earth: but We did drown him and all who were with him.

104 And We said thereafter to the Children of Israel, "Dwell securely in the land (of promise)": but when the second of the warnings came to pass, We gathered you together in a mingled crowd.

105 We sent down the (Qurán) in Truth, and in Truth has it descended: and We sent thee but to give Glad Tidings and to warn (sinners).

106 (It is) a Quran which We have divided (into parts from time to time), in order that thou mightest recite it to men at intervals: We have revealed it by stages.

107 Say: "Whether ye believe in it or not, it is true that those who were given knowledge beforehand, when it is recited to them, fall down on their faces in humble prostration,

108 "And they say: 'Glory to our Lord! Truly has the promise of our Lord been fulfilled!'"

109 They fall down on their faces in tears, and it increases their (earnest) humility.

110 Say: "Call upon Allah, or call upon Rahmán: by whatever name ye call upon Him, (it is well): for to Him belong the Most Beautiful Names. Neither speak thy Prayer aloud, nor speak it in a low tone, but seek a middle course between."

111 Say: "Praise be to Allah, who begets no son, and has no partner in (His) dominion: Nor (needs) He any to protect Him from humiliation: yea, magnify Him for His greatness and glory!"